Nasdem Tolak Berkoalisi Golkar, Bagaimana Nasib Danny?

Jumat, 13 Maret 2020 15:41
Danny Pomanto saat menerima rekomendasi dari Partia Golkar. Ist

MAKASSAR, BUKAMATA — Ada pernyataan mengejutkan dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel, Rusdi Masse. Pria yang terkenal dengan akronim RMS ini, menolak berkoalisi dengan Partai Golkar di Pilwalkot Makassar.

Pernyataan RMS ini, dipicu sikap Partai Golkar yang berlebihan dalam hal penentuan wakil bagi bakal calon wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto alias Danny. Golkar ngotot menyodorkan putra Nurdin Halid, Zunnun untuk menjadi pendamping Danny.

Kedua partai ini, sebelumnya sudah menyerahkan rekomendasi dalam bentuk surat tugas kepada Danny Pomanto. Namun persoalan muncul pada figur wakil. NasDem menyodorkan Irman Yasin Limpo, sedangkan Golkar mengusung Zunnun.

“Justru akan berhadapan di Makassar dan bisa di daerah mana pun,” tegas RMS.

Ini tentu saja dilema bagi Danny. Mau tidak mau, mantan Wali Kota Makassar ini, harus menyiapkan tambahan kursi untuk menggenapkan 10 kursi, jika salah satu dari dua partai itu keluar dari koalisinya.

NasDem diketahui memiliki 6 kursi. Sementara Partai Golkar memiliki 5 kursi. Sehingga totalnya 11 kursi. Jika NasDem keluar, maka Danny harus mencari minimal 5 kursi. Jika Golkar yang keluar maka Danny harus mendatangkan 4 kursi.

Cara ini harus ditempuh Danny. Apalagi, masa untuk pendaftaran di jalur perseorangan telah lewat 23 Februari lalu.



TERPOPULER